Kamis, 06 Agustus 2015

just opini :)


DAMPAK BURUK SINETRON BAGI ANAK-ANAK

Seiring berjalannya perkembangan teknologi yang mengharuskan media menjadi salah satu bahkan satu-satunya pusat informasi bagi khalayak. Ini sudah bisa dikatakan media adalah patokan info bagi seluruh masyarakat. Patut diperhatikan, sesungguhnya media bisa menempatkan posisinya bukan saja sebagai pusat informasi melainkan edukasi bagi khalayak yang usianya masih relative anak-anak. Dalam penayangannya, pastikan media sudah memfilter program mana saja yang layak untuk disajikan. Pada program televisi di Negara kita yakni Indonesia, khalayak hanya menganggap televisi hanyalah hiburan semata tanpa mengetahui fungsi dari beberapa program yang telah ditayangkan. Masyarakat kita juga sudah menganggap bahwa sinetron sudah tidak lagi tabu untuk dikonsumsi oleh anak-anak. Lagi-lagi media menjadi sorotan bagi para pakar pemerhati anak karena dinilai sudah tidak memberikan edukasi bagi anak-anak. Disini juga patut diperhatikan, bukan hanya media yang menjadi akar masalah dari semuanya, orangtua pun harus andil besar dalam mencari edukasi bukan saja hanya dari media. Ini bisa dikaitkan dengan bagaimana peran orangtua dalam memilih program televisi yang sudah dijadikan momok yang negative bagi anak-anaknya.

Dampak yang sangat buruk pasti sudah menempel pada kasus seperti ini, yakni menjadikan anak meniru apa yang sedang ditayangkan tentu sudah merujuk pada perkembangan otaknya. Bahkan bisa saja perkembangan mereka melebihi dari usianya yang masih dini. Solusi dalam mengatasi kasus ini adalah media harus memberi meberi celah waktu untuk memperhatikan edukasi bagi penikmat yang termasuk golongan usia dini. bukan hanya itu, orangtua pun harus memilah dan memilih tayangan apa yang layak untuk anak-anaknya konsumsi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar