DAMPAK BURUK SINETRON BAGI ANAK-ANAK
Seiring berjalannya perkembangan teknologi yang mengharuskan media
menjadi salah satu bahkan satu-satunya pusat informasi bagi khalayak. Ini sudah
bisa dikatakan media adalah patokan info bagi seluruh masyarakat. Patut
diperhatikan, sesungguhnya media bisa menempatkan posisinya bukan saja sebagai
pusat informasi melainkan edukasi bagi khalayak yang usianya masih relative anak-anak. Dalam penayangannya,
pastikan media sudah memfilter program
mana saja yang layak untuk disajikan. Pada program televisi di Negara kita
yakni Indonesia, khalayak hanya menganggap televisi hanyalah hiburan semata
tanpa mengetahui fungsi dari beberapa program yang telah ditayangkan.
Masyarakat kita juga sudah menganggap bahwa sinetron sudah tidak lagi tabu
untuk dikonsumsi oleh anak-anak. Lagi-lagi media menjadi sorotan bagi para
pakar pemerhati anak karena dinilai sudah tidak memberikan edukasi bagi
anak-anak. Disini juga patut diperhatikan, bukan hanya media yang menjadi akar
masalah dari semuanya, orangtua pun harus andil besar dalam mencari edukasi
bukan saja hanya dari media. Ini bisa dikaitkan dengan bagaimana peran orangtua
dalam memilih program televisi yang sudah dijadikan momok yang negative bagi anak-anaknya.
Dampak yang sangat buruk pasti sudah menempel pada kasus seperti ini,
yakni menjadikan anak meniru apa yang sedang ditayangkan tentu sudah merujuk
pada perkembangan otaknya. Bahkan bisa saja perkembangan mereka melebihi dari
usianya yang masih dini. Solusi dalam mengatasi kasus ini adalah media harus
memberi meberi celah waktu untuk memperhatikan edukasi bagi penikmat yang
termasuk golongan usia dini. bukan hanya itu, orangtua pun harus memilah dan
memilih tayangan apa yang layak untuk anak-anaknya konsumsi.
